Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

"Sorry sorry for making your live a living hell."

[warning: this post will be a HUGE randomness. Rated: unrated /apaan]

Jadi, pertama-tama... *ngeliatin post terakhir yang-entah-berapa-bulan-yang-lalu*, saya minta maaf menelantarkan blog. Serius. Saya yang lebih sering menggaje pula tiap masuk blog. Terakhir...apa, ngepost tentang karakter yang saya buat dengan nistanya? APA? OK. Random. Intinya saya minta maaf telah melupakan blog ini selama beberapa waktu. Dan soal award yang saya dapat dan belum saya post (kalau ada =)) =)) ) saya bilang terimakasih aja ya ^^. Lagi males ngepost.

Dan selamat idul fitri, kawaaan. Iya, telat super kok. Saya tahu. Eheee. Tapi kan katanya 'lebih baik telat ketimbang tidak sama sekali.' Iya, ngeles super, tapi gimana dong? Masa saya harus ngapus tulisan yang udah saya buat susah-susah?

krikkrikkrikkrik

Jadi....entah kenapa tiba-tiba saya galau. Soal minta maaf, memaafkan, dan blablablabla. Sesuai judul yang diculik dari sebuah lirik lagu (yang konyolnya saya bahkan lupa judulnya .____.) kita akan membahas mengenai maaf. Minta maaf, especially. Karena jujur, saya orang paling susah buat ngomong 'maaf' kalau saya yang beneran salah.

Dan silahkan anda bilang "KOK BISA YAAAA?"

Saya akan menjawab, "Ooooh, tidak tidak bisa."

Dan saya tahu saya sudah menghabiskan entah berapa kalimat untuk nulis percakapan gaje macam begitu.

Tapi serius deh, kalau saya punya salah, saya paling susah ngomong 'minta maaf'. Berasa....gak tahu aja. Rasanya kayak....entahlah deh. Setiap mau bilang minta maaf pasti susah keluarnya. Saya gak ngerti kenapa dimana ini kayaknya jadi masalah yang lumayan pelik buatdiri saya. Saya orang paling gak ekspresif di dunia ini....itu kayaknya yang orang pertama kali lihat dari saya (padahal saya heboh minta ampuuun!), membuat....saya berdespo ria sendiri.

Ada apa dengan diri sayaaaa? Sanguin mananyaaaa, tes kepribadiaaaaaan?

kembali krik.

Ya, tapi masalah saya yang rada pelik itu memang soal susahnya keluar kata maaf. Herannya pas saya lagi gak salah saya bisa dengan randomnya berkata 'maaf' sementara orang cuma noleh ke saya dan nanya "Emangnya salah apa?" Dan saya pasti langsung keder ditanyain gitu.

Sudah deh, selesai dulu. Jadi makin nyampah. Maaf yaaa owow.

Selasa, 21 Desember 2010

Vacation: ON DEMAND.


A vacation is like love - anticipated with pleasure, experienced with discomfort, and remembered with nostalgia.
-Unknown
Hah, liburan memang hal yang begitu menyenangkan. Semua murid pasti menanti-nantikannya, kan? Meski biasanya pas liburan kangen ke sekolah lagi, hehe. Tapi pas di sekolah pasti kangen lagi sama sensasi liburan. Fakta, kaan?

Buat saya, liburan kali ini bukan cuma sekedar liburan. Tapi waktu yang tepat untuk memanfaatkan "rumah" sebagai "tempat untuk bersantai." Di hari biasa, bahkan hari sabtu-minggu, biasanya rumah cuma menjadi tempat makan malam dan tidur, lol. Jadi rasanya, untuk saya yang aslinya orang rumah banget, liburan menjadi waktu yang tempat untuk berleha-leha di rumah.

Saya tahu, kebanyakan orang palingan pergi untuk merayakan hari istimewa semacam ini. Tapi saya pribadi males, takutnya pas hari masuk sekolahnya malah tambah capek, jadi saya dirumah aja deh. Toh banyak DVD di rumah nganggur, minta dimainin.

Anyway, my activity list:

Watching TVs- Err, yep. Saya jadi keseringan nonton TV. Kadang kalau bosan ke Fox, nonton Criminal Minds rerun season 3 kek, atau mungkin Bones premiere season 5 kek (saya nungguin 100th episode-nya, ngomong-ngomong. Zach muncul lagi.) atau NCIS kek. Atau kadang nonton di AXN, CSI mungkin, atau Chuck, ataupun House, M.D. Tapi cuma ada satu sih acara yang gak bisa diganggu gugat nontonnya sama saya, Dexter s5. I-itu saya udah tungguin sejak kapan hari -__-.

Playing Internet- Sekarang saya lagi sibuk ngurusin role-playing di Ryokubita. Terus (masih) jadi moderator di Infantrum, dan ngetwit kalau lagi bosan. Dan saya buat tumblr baru lho, take a visit at: http://rainbowoftheirz.tumblr.com/

Eating- Makan memang hal paling sip jika tidak ada hal lain yang bisa dilakukan, kan? Dan saya sekarang lagi craving risoles ibu saya yang dalemnya ada daging dan kejunya. Atau pizza homemade. Ataupun lasagna.

Watching DVD- Err, sebenarnya cuma hari 1 sih. DVD playernya tiba-tiba rusak. Tapi saya udah dapet Untitlednya Six Feet Under (err, saya emang banyak ngeskip s4 gara-gara waktu marathon-ing bareng adik saya, sayanya malah sibuk les sehingga banyak episode yang dilewatin) dan The Sopranosnya The Sopranos. Kayaknya kalau DVDnya udah beres, nanti bakal nonton Fringe dulu, terus Weeds, The Sopranos, dan terakhir Breaking Bad--mungkin. Lihat sajalah nanti.

Playing piano-Setengah malas, tapi tetap harus dilakukan. Hello, ujian sudah semakin dekat. *garing*

Err, LDKS?

Saya sebenarnya kelupaan terus mau ngepost ini. Saya memang murid yang paling tidak benar di seantaro SMA 68, haha. (merasa garing beneran).

Anyway, LDKS yang juga berkepanjangan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ini yah, seperti judulnya, untuk melatih kepemimpinan siswa. Melatih sifat siswa agar bisa jadi pemimpin --yeah, you know. Di SMA saya tercinta ini dilaksanakannya telaat banget ngomong-ngomong. Biasanya LDKS diadakan setelah MOS, tapi di SMA saya gara-gara jadwalnya tidak mendukung, baru diadakan pada tanggal 14-16 Desember (timing yang kurang baik, ngomong-ngomong. Acara favorit saya mana premiere tanggal 15 pula #abaikan.)

Sudahlah, kita pass mengenai betapa setengah hatinya saya ke LDKS gara-gara acarasialanitu premierenya ngepas sama LDKS. Apalagi memang pada dasarnya saya gak terlalu suka acara yang bikin fisik nista saya semakin capek. Haha. Saya contoh murid yang buruk, sekali lagi.

Di sana sendiri, banyak kejadian yang kadang.. er, menyebalkan. Banyak juga kejadian yang iyucks sekali (seperti sarapan di hari terakhir, banyak itu yang muntahin Bubur Kacang Ijo. Sebelah saya aja minta saya ngabisin punyanya, kok). Banyak juga kejadian yang melelahkan dan mencapaikan.

-tapi itu semua ada artinya.

Banyak pengalaman unforgettable yang mungkin cuma terjadi sekali seumur hidup. Banyak juga pengalaman baru, banyak teman baru. Saya sendiri sih gak niat bikin laporan atau apa, blog lain telah menjalankannya dengan baik. Saya cuma ingin memberi sentuhan personal pada acara ini :) .

Dan efek yang terlihat jelas?

Angkatan saya mulai main follow-followan di Twitter :D. Termasuk saya yang tukang ikut-ikutan, haha.

Anyway, post selanjutnya mengenai 3 hari liburan pertama saya. Gak penting? Ya sudahlah, saya gak maksa baca ini :p.

Minggu, 21 November 2010

-when it ends, it hurts.

Your whole life is leading up to this point
-Six Feet Under (A Coat of White Primer 5:1)


Big news: Saya. Baru. Menyelesaikan. Episode. Terakhir. Six Feet Under. So what?. Dan itu menyakitkan, percayalah. Memang sih, kayak gembar-gembor yang saya baca di twit orang, atau blog, atau apalah, akhirnya sangat cantik... apalagi yang 10 menit-an terakhir, itu bener-bener tearjeaking banget. FYI, bahkan saya menangis (baca: betul, menangis) sepanjang episode. Padahal saya disodorin episode ke100nya Criminal Minds yang bikin ibu dan adik saya kejer-kejer nangisnyapun padahal udah nonton dua kali. Sementara saya yang baru nonton sekali malah pasang muka datar.

Tapi karena itu, makanya menyakitkan banget.

.

Relate to my real life: Saya harus belajar merelakan.

...saya selalu berkata "saya kangen SMP, ih, gurunya baik-baik". Atau sejenisnya. Kadang saya masih pengen pakai seragam biru-putih, heck ,sayapun kadang masih ngambil seragam adik saya.

..tapi semua berubah, saudara-saudara.

..saya SUDAH SMA. Saya udah gede, saya harus belajar merelakan. Saya harus mulai berubah. And it takes time.

It really takes time.

Doakan semoga saya berhasil, sodara-sodara.

Minggu, 07 November 2010

Meme: OTP


Gyah. Saya belum ngelanjutin meme-nya Six Feet Under udah main nambah meme segala. T-tapi, saya masalahnya merasa gak enak kalau saya belum nonton finalenya .. jadi kayaknya saya pending dulu deh -___-.

Anyway, meme ini saya culik dari temen online saya: Evey dan Sekar, membahas mengenai OTP (One True Pairing) dari berbagai cerita. Bisa dari film kartun, buku, film, acara TV, dan lain-lain. Ini aturan mainnya:

1)list 1o "one true pairing" that you admire
2)put them in order
(or not)
3)supply photo for said people.



Kosuke Ueki /Ai Mori (Law of Ueki)
fandomverse: anime/manga, disclaimer: (c) Fukuchi Tsubasa.

Mereka mungkin gak manis-manis banget hubungannya. Mereka mungkin gak berantem melulu kerjaannya saban hari. Tapi persahabatan mereka maniis banget, plus mereka peduli sama satu sama lain. Jugaaa, saya cinta bagaimana dudulnya Ueki -- sampai gak nyadar kalau Mori itu sukaaa sama dia, haha. Saya suka bagaimana mereka berinteraksi.. enak aja ngeliatnya. Damai. Tenteram. Dan penuh jitakan *?*.




Eric Taylor/Tami Taylor (Friday Night Lights)
fandomverse: tv show, dislcaimer (c) DirectTV.
Saya memang masih baru sama acara TV keren yang satu ini .... tapi saya sudah jatuh cinta dengan mereka. Eric dan Tami itu.. pair yang kelihatan harmonis, manis, romantis, dan realistis banget. Mereka kelihatan begitu engaging banget. Mereka kelihatan begitu atraktif. Mereka kelihatan begitu nyaman dengan satu sama lain. Mungkin kadang mereka beradu pendapat.. tapi tetap saja, mereka kelihatan begitu manis dan realistis. Saya harus ngaku, saya cinta dengan development cerita (secara keseluruhan) di Friday Night Lights ini, termasuk Eric/Tami-nya. Loved.





Finn Hudson/Rachel Berry
(Glee)
fandomverse: tv show, disclaimer (c) FOX, Ryan Murphy.
Mereka nampak begitu manis. Duet mereka, bagaimana gestur mereka setiap bareng, semuanya terasa begitu manis dan romantis. Mereka kelihatan cocok satu sama lain. Mereka bisa jadi sangat sweet jika sedang berdua. Mereka kelihatan.. sempurna ^^.


David Fisher/Keith Charles
(Six Feet Under)
fandomverse: tv show, disclaimer (c) HBO, Alan Ball.
Gyah, saya gak nyangka saya akan menulis mereka *kabur*.

OK, silahkan simpan pendapat anda mengenai gay couple. Saya pribadi juga masih rada gimanaaa gitu kalau ngeliat di kehidupan real. Tapi entah kenapa, saya sukaaa banget sama couple ini. Yah, habis, mereka itu.. manis. Pair hetero di Six Feet Under lagipula gak ada yang normal, entah Nate sama Brenda/Lisa/Maggie, ataupun Ruth dengan pacar-pacarnya, dan Claire dengan pacar-pacarnya (kecuali Teeeed~. Coba kalau dari awal ada pair ini, mungkin udah masuk OTP). Mereka berdua itu kadang on/off, tapi kelihatan banget kalau mereka suka satu sama lain. Dan mereka itu saling melengkapi. David yang emosinya dipendem terus (dan tiba-tiba meledak dalam bentuk yang ajaibnaudzubillanmindzalik) dengan Keith yang punya anger issue... uh, sangat saling melengkapi. Memang karena kepribadian mereka yang bertolak belakang mereka jadi kadang berantem, tapi toh mereka pada akhirnya bisa melewatinya. Dan apa saya sudah bilang bahwa pair ini juga "dicintai" TV's critic?



Skeeter Bronson/Jill
(Bedtime Stories)
fandomverse: movies, disclaimer: (c) Disney.
Ah, saya suka banget pasangan ini karena.. so happy ending. Rasanya mereka itu
keliatan maniis banget. Mereka itu cute, dan pertemuan pertama mereka aja udah memberi impresi "unik". Mulai dari Skeeter yang awalnya clueless tentang perasaannya (dan malah mikir dia suka sama Violet), sampai endingnya yang syalalala lebay sekali itu (namun juga manis), membuat saya cinta sama pair ini.



Seeley Booth/Temprance Brennan
(Bones)
fandomverse: tv shows, disclaimer: (c) Hart Hanson, Fox.
Saya jujur memang jadi kurang suka dengan acara TVnya setelah ceritanya malah difokuskan kepada mereka berdua, tapi.. saya tetep aja suka sama pasangan ini.

Tension mereka begitu bikin saya pengen ngomong "aww, aww." Cara mereka berinteraksi yang berantem-romantis itu bikin saya gemeees setiap nonton. Cara mereka memperhatikan satu sama lain bikin saya gatel setiap nonton. Cara mereka manggil satu sama lain, cara mereka ngambek, aah, maniiis banget. Memang pasangan "to be or not to be" itu selalu fun untuk dilihat!


Dexter Morgan/Rita Bennett Morgan
(Dexter)
fandomverse: tv shows, disclaimer: (c) Showtime.
OK, saya jujur kurang suka versi bukunya. Dexternya jauuuh lebih emotionless lagi, sih -__-.Saya sampai menduga kalau di buku itu pedofil *terselubung, lol* saking dia cuma suka anak-anak, geez.

Awalnya memang Dexter itu sama Rita hanya demi.. cover. Penyamaran, atau apalah istilah yang pas. Dan memang kebetulan Rita itu "messed up" banget sehingga ia merasa "aman". Tapi, semakin lama, Dex sendiri akhirnya nyadar (finally!/plak) kalau yah, hubungan mereka gak "sedangkal" itu. Mereka mungkin bukan romantic couple ataupun sweet couple, saya pun gak pernah ngeliat mereka dengan cara "seperti itu." Tapii, mereka menempati tempat spesial di hati saya karena mereka itu bukan lovey-dovey couple.. mereka jauh lebih.. kompleks. Mereka punya impian mereka yang ingin mereka wujudkan. Mereka punya satu impian kecil yang ingin mereka wujudkan bersama-sama: menjalani hidup normal.

Lagipula, Dex jadi lebih "manusiawi" setelah bersama Rita. Banyak tindakan "ajaib" yang ia lakukan gara-gara Rita. Mulai dari proposal romantis (tapi sebenarnya nyontek dari tersangka pembunuhan, lol), sampai puyeng seribu keliling mikirin vow, lalu menunda membunuh Trinity gara-gara pengen belajar "tips sukses" untuk bisa memiliki hubungan yang langeng meski "souless" lol, sa-sampaiii.. ah, sudahlah. Saya jadi nyesek tiba-tiba kalau inget endingnya season 4.






Don Draper (aka Dick Whitman)/Elizabeth "Betty" Draper
(Mad Men)
fandomverse: tv show, disclaimer: (c) Matthew Weiner.
OK, saya sebenarnya punya hati sama Don/Peggy yang kelihatan begitu strictly professional yet cute.. tapi, tetep aja, OTP Mad Men saya ya Don/Betts.

Saya tahu, dari awal saya ngeliat, saya sadar pair ini gak bakal berjalan mulus. Kemungkinan besar mereka gak bakal bisa betul-betul hidup "happily ever after", terimakasih untuk kesecretive-annya Don dan kechildishan Betts. Tapiii, entah kenapa, begitu ngeliat scene mereka di screen, mereka kelihatan begitu manis. Dan, yeah, saya entah mengapa rada ngerasa Dex/Rita di pair ini (well, Don sama Dex itu secretivenya minta ampun, sementara Betts dan Rita itu.. fragile) meski buat saya, pair ini jauuh lebih desperate lagi. Hei, bayangin dong, bahkan si cowoknya aja gak ngasih tahu identitas aslinya, bagaimana cara mereka bisa bertahan? Yah, meski saya tahu kenyataannya mereka itu.. mustahil, saya tetap aja gak tahan sama pair ini. DAN JON HAMM SAMA JANUARY JONES ITU KELIHATAN AWESOME BANGET BERDUAA /abaikan.




Diaz Hanafiah/ Sisy Iswandaryo. (Lukisan Hujan, Putri Hujan dan Ksatria Malam)
fandomverse: book, disclaimer: (c) Sitta Karina.
OK, saya tahu, ini satu-satunya OTP yang berasal dari karya Indonesia -____-.

Saya ingat sekali, pas pertama kali baca, saya tersihir dengan cerita cinta mereka yang rada fairytale namun juga terkesan.. err, modern banget. Cerita cinta antara Diaz dan Sisy itu membuat saya takjub pada saat itu - rasanya maniiis banget. Seperti habis makan marshmellow dibakar. Dan endingnya bener-bener.. terasa maniis. Sweet. Interaksi mereka sangat membuat saya terwaw banget: kadang berantem, kadang temenan, kadang juga maniiis banget. Diaz yang kaku namun baik dan Sisy yang polos, dan mereka terasa begitu sempurna begitu dipasangkan bersama

*maklumi saja ketidaktersediaan gambar untuk mereka
:p*

Shinichi Chiaki/Noda "Nodame" Megumi (Nodame Cantabile)
fandomverse: anime/manga, disclaimer (c) Tomoko Ninomiya
.
Memang pair benci/suka itu bikiin saya gemees, tapi yang ini jauuuuh bikin saya lebih gemees lagi.

Dengan cerita cinta yang berlatar musik (yang biasanya klise), Tomoko Ninomiya berhasil membuat cerita yang gak klise, namun manis. Plus lucuuuu. Bagaimana Chiaki memperlakukan Nodame, bagaimana Nodame memperlakukan Chiaki, itu betul-betul maniis sekaligus bikin ngocok perut. Nodame yang mengagumi Chiaki dan menunjukkannya secara eksplisit, dan Chiaki yang mengagumi bakat Nodame tapi pura-pura sebel, saya selalu senyum-senyum sendiri setiap melihat mereka berdua beraksi di komik ataupun di anime. Bahkan setelah Chiaki menjadi pacarnya Nodame (dimana gak ditunjukin gimana cara Chiaki nembak Nodame, geez), Chiaki masih memperlakukan Nodame dengan dudul. Bikin kesel sih.. tapi saya juga suka ngeliatnya -___-.

Satu-satunya masalah adalaaaah: endingnya. Jujur, endingnya
mengecewakan. Kurang greget gitu Nodame/Chiakinya. *halahmalahcurhat*


--

OK. Meme, saya merasa pusing. *apacobaini*.

Jujuur, saya itu punya banyak fave shippings. Makanya, untuk milih 10 itu.. kesannya jahat bangeet. Padahal kalau ada space, saya pasti udah nambahin Cameron/Mitchell (Modern Family) atau Danny/Lindsay (CSI: NY). Halah. Nasib saya.

Eniwei, ada yang mau komen? #kabur

Jumat, 29 Oktober 2010

"Why do people have to die?"

OK, pertanyaan ini jadi sering muncul karena banyaknya musibah.

Di Indonesia sendiri, udah banyaaaak banget musibah menimpa negara kita akhir-akhir ini. Banjir, gunung meletus, tsunami, dan lain-lain. Kita tentu sebagai warga Indonesia ikut sedih dan berdoa kepada para korban. Rasanya, kita tidak bisa membayangkan di posisi mereka, iya kan?

Dan ini selalu membawa saya pada pertanyaan anak-kecil yang.. jujur akan sangat susah dijawab.

"Why do people
have to die?"


Yah, saya tahu, pertanyaan ini dudul sekali. Seakan-akan saya tidak percaya sama Tuhan atau gimanaa gitu. Tapi saya cuma pengen nanya aja.

...tapi, entah kenapa, saya jadi teringat sama sebuah quote tentang hal ini.. yang setiap dibaca selalu memberi jawaban yang "pas" di hati saya.

"To make life important"

-Nate Fisher, Six Feet Under (Knock,
Knock)

ps: baca deh postingannya Dinda tentang #prayforIndonesia


Jumat, 15 Oktober 2010

The Emo-Lady.

Help, I have done it again,
I have been here many times before
Hurt myself again today,
And the worst part, there's no-one-else to blame

.
.
Yay. Saya sedang emo.

Enggak tahu, swinging mood saya yang aslinya aja udah buruk, jadi makin parah. Padahal perasaan jadwal PMS masih lama. Haha :p. Saya juga gak ngerti kenapa saya jadi rada-rada emosional dan labil gini -- sampai-sampai saya yang gak pernah nangis kalau nonton TV (paling berkaca-kaca, lah), kemarin bisa nangis mewek pas "The Heroes In The Hold"-nya Bones.. padahal adik saya (yang biasanya lebih gampang nangis) malah cuma berkaca-kaca.

..mungkin saya cuma berada di puncak-puncak kestressan saya aja. Mungkin saya memang cuma butuh menangis. Mungkin saya cuma butuh memplongkan hati selama berbulan-bulan.. merasa lelah. Dan tertumpuk sampai sekarang.
.
.
Saya hanya butuh waktu bernafas. Sebentar. Sebelum akhirnya saya bisa bertarung lagi, kan?
.
.

Warm me up,
and breathe me


by the way, ini waktu yang pas buat nonton Everyone's Waitingnya Six Feet Under :p.
dan lirik yang saya quote itu dari lagu Breathe Me-Sia



Minggu, 03 Oktober 2010

My Alter-ego on Fictional's Work


An alter ego (Latin, "the other I") is a second self, a second personality or persona within a person, who is often oblivious to the persona's actions. It was coined in the early nineteenth century when dissociative identity disorder was first described by psychologists. A person with an alter ego is said to lead a double life.
Pertama-tama: Tenang saja, saya tidak mengalami kepribadian ganda, kok. Saya normal kok :). Alter-ego yang saya maksud di sini itu adalah orang (tepatnya karakter) yang miriiiip banget sama saya, alias mengambil makna harafiahnya: the other I.

Udah, langsung aja, deh.

1. Noda "Nodame" Megumi.
from Nodame Cantabile (anime/manga) by Tomoko Ninomiya.

Dia..bener-bener mirip banget sama saya ^^. She's like my inner self. She's weird, she's a heavy sleeper, she loves eat, she use strange words (ex: gyabo, mukya, ugya, mugya, etc). Ah, dia bener-bener tipe cewek yang cacat parah, persis seperti saya. And she is loved by everyone! Dan.. satu hal yang paling mirip diantara saya dan Nodame:

Saya dan Nodame adalah orang yang spontan dan kalau udah suka sesuatu kayak kesetanan, tapi ia (dan saya) kadang juga merasa... patah arang.
Mungkin bedanya Nodame sama saya, dia menunjukkan keanehannya secara publik, tapi saya gak seberani itu dalam mengeksposnya. Plus, dia sangat berbakat piano, gak kayak saya, nilai pas-pasan.



2. Peggy Olson.

from Mad Men (TV) by Matthew Weiner

Ah, she's my independent lady!

Peggy Olson sendiri adalah seorang pekerja keras. Ia adalah satu-satunya copy-writer wanita di Sterling Cooper Agency pada tahun 60-an, yang berarti dia harus berusaha ekstra keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu. Ia sendiri seseorang yang keras kepala, feminis, tapi juga innocent. What a lady <3.>

T-tunggu sebentar. Dimana kemiripan saya sama Peggy?

Saya dan Peggy sendiri adalah orang yang punya kemauan yang besar dan keras kepala. Juga, yah.. saya dan Peggy masih cenderung "polos".

3. Claire Fisher.
from Six Feet Under (TV) by Alan Ball.

Coret kehidupan seksualnya dalam perbandingannya dengan saya. Karena saya masih polos soal beginian.. sementara Claire... *geleng-geleng kepala*

Tapi, untuk sisi "remaja labil"nya yang lain, mirip banget.

Claire sendiri.. ya, kayak remaja-remaja normal, sedang dalam masa pencarian jati diri. Mencari sesuatu yang berharga dalam kehidupan remaja ini, gak cuma terjebak dalam sekolah dan hal-hal klise lain. Mencari-cari sementara terkadang dia berbelok ke jalan yang salah. Dia sendiri juga seorang dengan jiwa seni yang tinggi, sehingga.. yah, seperti kebanyakan seniman lain, dia juga seseorang yang cenderung lebih labil dan gundah daripada orang lain. Kemiripan saya sama Claire sendiri yang paling mirip adalah:

Saya dan Claire sama-sama gundahaaan banget. Dan memiliki jiwa "seni" yang bikin lebih.. labil.

Bedanya? Err, mungkin saya gak seekstrim Claire dalam pencarian jati dirinya. Saya gak sampai kesandung narkoba, berpacaran dengan orang-orang yang "ajaib", dan lainnya.


4. Sara Crewe
from A Little Princess (book) by Frances Hodgson Burnett.

Ah, ini tokoh pertama yang membuat saya merasa: ih, ini kayak saya, yak!

Sara Crewe sendiri adalah seorang anak bangsawan dari India yang bersekolah di sebuah asrama terkenal di Inggris. Ia sendiri boleh dibilang seorang gadis yang manis, baik, pintar, cantik, dll.

Lha, dimana mirip sayanya, ya? Sara sempurna gitu.. sementara saya.. cacat :p.

Kesamaan saya dengan Sara sendiri berasal dari satu kata, imajinatif. Kami sama-sama seorang yang suka berimajinasi.


Sudah, segitu dulu. Thanks.

Jumat, 01 Oktober 2010

DVD-DVD yang saya beli



Saya sendiri di rumah sedang kebanjiran dua hal:
1. Buku bacaan novel bahasa Inggris (bapak saya lagi rajin beliin yang kayak beginian, :) )
2. DVD acara barat (ini sih anaknya yang maksa, wkwkwk)
Diantara yang banjir ini, manakah yang paling banjiiir?

Jawabannya, DVD bajakan. Maklum, saya beli di Mangga Dua. Satu DVD, lima ribuuu~, tancep aja :D. Mana banyak acara-acara "nganeh-nganehi" yang enggak mungkin saya ketemuin di tempat lain lagi (kecuali Glodok, mungkin :p) saking memang kurang "mainstream".. atau udah kelamaan. Sementara buku, sebanjir-banjirnya, tetap aja... satu buku mahalnya minta ampun. Apalagi kalau beli edisi hardcover (nah lho malah curhat).

Dan acara-acara yang tidak beruntung sehingga terpaksa saya beli adalaaaah.....

Breaking Bad
(AMC, 2007 - now)
buying: 3 seasons, 8 disc.
resume (based from the back of DVD):
Breaking Bad is a darkly comic drama that captures life at moment of irrevocable change. In the ultimate mid-life crisis, high school chemistry teacher Walter White takes a match to his straight-laced existence and concocts a criminal new lifestyle. Life become crystal clear for Walter when he discovers he is dying of lung cancer. With a new sense of fearlessness and desperate to secure his family's financial future, Walter teams up with a former student to turn a used Winnebago into a rolling meth lab. Released from the daily concerns and constrains of normal society, Walter transforms from repressed everyman into empowered enterpenteur
cast: Bryan Cranston, Aaron Paul, Anna Gunn, Dean Norris, Betsy Brandt, RJ Mitte, Bob Odenkirk, Giancarlo Eposito, Jonathan Banks.
reason to buy this DVD: I usually heard from webs that this show is damn good. So I give them a try. And... Bryan Cranston is always, always, always being announced as the "Outstanding Lead Actor in Drama" in every single Emmy, so I wonder what's so good about him until he make a very,very,hard three-peat (when all the nominees are striking out, IMHO)
have watched it?: The Pilot. And I know exactly why Bryan Cranston got his Emmy just by watch it. I guess I'll stick to this show <3.

Fringe
(FOX,2008-now)
buying: 1 seasons, 7 disc.
resume (based from the back of DVD):
Dawson Creek's Joshua Jackson plays the role of Peter Bishop, a smart guy with many gambling debts. Anna Torv (The Secret Life of Us) plays Olivia Dunham, a young, tough FBI agent who has to confrong an unexplained phenomenon. Also cast in the series are The Black Donnelly's Kirk Acevedo and Boston Legal's Mark Valley. They play FBI agents. The Lord of The Rings: The Return of The King's John Noble and The Wire's Lance Reddick are also on the cast: Noble as Dr. Walter Bishop and Reddic as Philip Broyles, a special agent for Homeland Security head of the Fringe division, that investigates terrorist and paranormal effects. Alongside of them are veteran actress Blair Brown and Take the Lead actress Jasika Nicole. Brown plays Nina Sharp, a 16-year veteran of Prometheus Corp., a cutting-edge research facility, while Nicole plays Astrid Farnsworth, a federal assistant.
cast:Anna Torv, John Noble, Joshua Jackson, Lance Reddick, Kirk Acevedo, Blair Brown, Jasika Nicole, Mark Valley
reason to buy this DVD: My online friend suggest it. And my friend said that it's similar to Bones ( a show which I liked), but they add some sci-fi. Sounds intresting.
have watched it?: No, not really. But soon, I'll try. Hey, the creator is also making Lost... so I have quite a big hope

Mad Men.
(AMC, 2007 - now)
buying: 1 seasons, 4 disc.
resume (based from the back of DVD):
It's New York in the 1960s, and the men and women who work at Sterling Cooper Advertising Agency are some of the top names in the industry. Master manipulator and leading ad man Don Draper is at the top of his game, but there are those sho want to see him topple down. Can he mantain his formidable status?
cast: Jon Hamm, Elizabeth Moss, Christina Hendricks, January Jones, Vincent Karheiser, Kiernan Shipka, Emelle.
reason to buy this DVD: I actually watched it at FX. After a few tries, I kinda like this show... but the time slot is suck. I am usually still outside my house at 6 PM.
have watched it?: I haven't watch the DVD, but I have watch Fife G and Smoke Gets In Your Eyes. And tell me, it is boring, unless you really, really understand it. But when you understand it, you'll love it. And by the way, have I mentioned how beautiful the series is?

Six Feet Under
(HBO, 2001-2005)
buying: 5 seasons, 24 discs.
resume (based from the back of DVD *on first season*):
A drama series that takes darkly comical look at members of a dysfunctional Pasadena family that runs an independent funeral home. With the prodigal elder son (Peter Krause) returning home for the holidays to shattering news, the family must learn to deal with death of their own, while figuring out how to go ahead with the business for a living. A funny and emotional look at grieving American family... that just happens to be in the grief.
cast: Peter Krause, Michael C. Hall, Frances Conroy, Lauren Ambrose, Freddy Rodriguez, Matthew St.Patrick, Rachel Griffiths.
reason to buy this DVD: See the second name on the cast? Yeah. That's my reason, and the suggestions from web that said: "a dark drama". And I love dark drama!
have watched it?: On my way to season 3. And I loved it, really. The casts are super-awesome, no wonder they win Outstanding Cast On Drama on 2002 and 2003 . And.. yeah, I love the "dark bite" :). And you know what? After watching this, I want to see Peter Krause's Parenthood. Seriously.

Sabtu, 25 September 2010

Just a random thought: Title Sequence

Tittle Sequence:

A title sequence is the method by which cinematic films or television programs present their title, key production and cast members, or both, utilizing conceptual visuals and sound. It usually follows but should not be confused with the opening credits, which are generally nothing more than a series of superimposed text.
(taken from Wikipedia)

Hari ini, saya ingin membicarakan tentang tittle sequence.

Err, buat yang tidak tahu apa gerangan itu tittle sequence (dan terlalu malas untuk membaca penjelasan bahasa Inggris di lead artikel nista ini), tittle sequence itu adalah video opening acara-acara. Video yang ada tulisan nama aktor/aktris/staff-nya, seperti itulah.

Yah, memang bagian ini berkesan tidak penting. Dan jujur, kalau saya lagi nonton DVD, saya paling males nonton bagian ini dan kerjaannya nge-skip melulu (apalagi kalau saya udah keseringan nonton openingnya, hehehe.)

Tapi, tetap saja, tittle sequence tidak bisa dipisahkan dari film/acara TV, iya kan?

Memang, banyaaaaaaak banget tittle sequence yang berkesan "ih, biasa banget." Apalagi sinetron Indonesia . Banyak juga acara terkenal yang tittle sequence-nya cenderung "biasa". Tapi.. tetap saja, tittle sequence itu penting. Tittle sequence bisa dibilang merupakan kesan pertama dari sebuah acara. Dan.... kalau kita lihat tittle sequence yang bagus, otomatis kan kita mikirnya "waw, openingnya aja bagus (padahal kan itu cuma bagian "kecil"), gimana dalemnya?" Bener, kan?

Saya sendiri sih fokus ke tv series barat, mengingat memang saya sukanya acara-acara barat. Yah, seperti orang Indonesia sini, title sequence biasanya ada gambar orangnya, terus ditulis nama pemerannya, dan sebagiannya. T-tapi, yah, bedanya sih, biasanya ada efek-efeknya gitu, dan tipografinya lebih keren. Buat saya, channel di luar sana yang opening acaranya bagus-bagus itu HBO. Original progam-nya selalu diberi sentuhan artistik pada openingnya. The Sopranos, The Wire, Six Feet Under, True Blood, Boardwalk Empire, you name it. Openingnya sangat-sangat kereen. Tipografinya keren, konsepnya gak biasa, dan juga lagunya terasa mantap bangeet :) .

Kalau untuk studio-nya sendiri, saya paling suka Digital Kitchen. Konsepnya unik, artistik, dan rapi. Adegan-adegan untuk beberapa openingnya (marked: Dexter, and True Blood lol) cenderung disturbing saking artistiknya , tapi ya... itulah hebatnya :p. Gambarnya jadi susah keluar dari kepala ^^.

Picked some of my favorite opening (not in particular order)

Six Feet Under (HBO, 2001-2005) - Tuhan, bagaimana bisa openingnya begitu cantik dan heart-breaking? Gambar-gambarnya sendiri cenderung "simpel" dan gak disturbing, tapi justru itu kerennya! Dan ke"simpelan-namun-keren" ini didukung dengan tipografinya yang simpel namun cantik juga. Ini sendiri adalak pilot project-nya Digital Kitchen untuk opening, dan entah kenapa, meski ini proyek pertama mereka, hasilnya mantap. Belum lagi lagunya opening ini (yang dibuat Thomas Newman), membuat kesan "heartbreak" dan cantiknya makin terasa. Ah. Saya cinta opening ini.

FYI, opening ini menang Outstanding Main Tittle Design dan Outstanding Main Title Theme Music pada Primetime Emmy tahun 2002.

Mad Men (AMC, 2007-now) - Err, bacotan saya tentang opening acara ini sudah ada di postingan saya sebelumnya, sih... tapi... ah, saya pengen bacot lagi. Durasinya memang cukup singkat.. tapi rasanya memang segitu sudah cukup. The opening is superb, the music is superb (thanks for RJD2 untuk A Beautiful Mine-nya yang keren), and... I just love the concept of the opening. Jatuh dari ketinggian.. seperti keadaan sang tokoh utama yang berada di puncak, namun banyak orang yang ingin "menurunkannnya".

Tittle sequence ini sendiri memenangkan Outstanding Main Tittle Design dan Outstanding Main Title Theme Music pada Primetime Emmy tahun 2008.

Dexter (Showtime, 2006-now) - Opening acara ini mungkin membuat anda tidak bisa sarapan selama satu minggu... mengingat betapa disturbing-nya title sequence-nya. Konsep designnya sendiri buat saya sangat, sangat keren (dan disturbing, tapi memang itu yang dibutuhkan!) dan sesuai buat tokoh utamanya. Saya juga lumayan suka lagu opening-nya, kayak memberi kesan dark and witty. Uh. Saya keseringan speechless kalau membicarakan opening acara ini. Rasanya sempurna aja dalam mengkover isi acara ini. Menceritakan tentang si tokoh utama yang melakukan daily routine-nya.. tapi.. yah, di super-close-up sehingga kesannya horor.

Tittle sequence ini sendiri memenangkan Outstanding Main Tittle Design dan dinominasikan Outstanding Main Title Theme Music pada Primetime Emmy tahun 2007.

House, M.D. (FOX, 2004-now) - Opening-nya cenderung biasa, sih.. tapi entah kenapa, memberi kesan kedokteran setiap saya melihat opening-nya. OK, saya dudul, tapi entah kenapa, gambar-gambar ilustrasi organ tubuh itu memberi kesan ilmiah tapi juga artistik, lol. Dan font-nya juga mantap... dan adegan terakhirnya awesome banget! Saya kangen nonton House setiap melihat opening itu but not for watching Huddy, M.D lol. Yah, begitulah.Opening ini membawa kesan yang simpel dan nostalgia.

Tittle sequence ini dinominasikan Outstanding Main Tittle Design pada Primetime Emmy tahun 2005

Carnivàle. (HBO, 2003-2005)- Saya gak pernah sih nonton acara ini... tapi kata orang, openingnya mantap. Dan setelah saya lihat di youtube.. emang mantap banget! Bagaimana cara mereka me-mix up antara ilustrasi dengan gambar orang benerannya, ah mantap! Dan video orang benerannya itu terkesan.. gimana, gitu. Seperti film dokumentasi hitam-putih. Ah, kereeen! Dan kesan oldish-nya bikin opening ini makin.. mantap. Dan menurut Wikipedia, cerita ini sendiri mencampurkan teologi Kristen dengan gnostisisme dan Masonik sehingga.. opening-nya terasa pas bangeet!

Tittle sequence ini sendiri memenangkan Outstanding Main Tittle Design pada Primetime Emmy tahun 2004.

Desperate Housewives. (ABC,
2004-now) - lol, pasti Mirah ketawa deh bacanya :pYah, meski acaranya kini bisa anda kataogrikan "jumped the shark", tapi.. yah, dulu acara ini keren. Engg, maaf, malah jadi out of topic gini. Tapi, openingnya memang keren banget. Animation-nya keren, theme-nya keren, dan.. konsepnya biar sederhana tapi juga keren. Durasinya memang pendek pisan, cuma entah-berapa-detik, tapi rasanya segitu cukup, kok. Rasanya opening ini menggambarkan ke-"bitchy"-an para ibu-ibu rumah tangga di Wisteria Lane, hehe.

Tittle sequence ini memenangkan Outstanding Main Title Theme Music dan dinominasikan Outstanding Main Tittle Design pada Primetime Emmy tahun 2005.

True Blood. (HBO, 2008-now) - Err, adegan-adegan dari opening ini ada yang M-rated sih.. tapi.. saya cinta banget sama musiknya, dan juga konsep design-nya (meski jujur, saya sering eneg-enegan nontonnya). Penggabungan antara "religious fanaticism" dan "sexual energy" (yang seratus persen bertolak belakang ini) terasa bergabung dengan harmonis. Yah, seperti yang tertulis di Wikipedianya:
Digital Kitchen wanted to express how "religious fanaticism" and "sexual energy" could corrupt humans and make them animalistic. Accordingly, several frames of some shots were cut to give movements a jittery feel, while other shots were simply played back very slowly. Individual frames were also splattered with drops of blood
FYI, opening ini mendapatkan nominasi Outstanding Main Tittle Design di Primetime Emmy Award tahun 2009

S-sudahlah, segitu dulu. Saya capek ngetik :p. Engg, sebelum saya tutup post kali ini, FYI, saya juga suka opening-nya Chuck, How I Met Your Mother, lalu Breaking Bad, dan Nip/Tuck. Sudah, segitu dulu saja. M-makasih :)

Kamis, 16 September 2010

..my obsession: Mad Men Opening.

Ugh, udah lama gak ngepost. Maklum, internet lama :(. Dan sebelumnya, saya mau mengucapkan selamat hari lebaran dulu meski sudah sangat telat -__-. Lebih baik telat dari pada tidak sama sekali.

Anyway, saya sekarang lagi suka, suka bangeeet sama opening-nya Mad Men, sebuah acara TV barat yang.. well, boleh dibilang seriiing banget menang award-award bergengsi di Amerika sana. Acara ini sudah menang Golden Globe, SAG, Emmy, TV Critic, dan lain-lain. Ceritanya adalah tentang orang di agensi periklanan pada tahun '60-an.

Nah, openingnya ituuu... kereeen banget. Design-nya, lagu-nya, ah, semuanya terasa keren banget. Terasa menghanyutkan, dan juga menenangkan! Gak heran opening ini mendapat penghargaan Emmy tahun 2008 untuk dan Outstanding Main Tittle Design dan Outstanding Main Tittle Theme Music.



Enjoy it. Dan... kalau anda punya waktu iseng, coba deh cek parodi opening ini oleh The Simpsons.

Selasa, 17 Agustus 2010

..and it always has the happy ending.




..saya masih gak nyangka..
..sungguh, ini sama sekali gak ada di mimpi saya...

Alhamdulillah, #dalmatian101 akan 10.1 menang Lomba Tata Upacara - juara umum 1 pulaa :). Rasanya, entah kenapa, saya bahagiaaa banget akan hasil ini. Rasanya semua pengorbanan saya, capek-capek setiap hari latihan di sekolah terbayar juga..

Selain itu, 10.1 juga memenangkan katagori-katagori ini:
1.Pemimpin upacara terbaik dimenangkan oleh Dimas Dewantara dari kelas X-1.
2.Pengibar bendera kiri terbaik dimenangkan oleh Farhan Ramadhan dari kelas X-1.
3.Pembaca pembukaan UUD '45 terbaik dimenangkan oleh Sabila Fadhiah dari kelas X-1.
4.Komandan regu putra terbaik dimenangkan oleh Aidhil Mar'ie Luthfi dari kelas X-1.

.
.
.

Aww, what a gift. Sekalian merayakan 1 bulanannya 10.1 niiih :)

Love this day. (seandainya gak ada PR buat besok, pasti makin sempurna lol)

Sabtu, 14 Agustus 2010

The Oneliner of The Day : "Saya akan mendidik kalian menjadi seorang pemimpin."

Saya akan mendidik kalian sebagai seorang pemimpin

Yah, ini adalah kata-kata yang selalu diucapkan pada setiap kesempatan oleh ibu Sugardini yang juga menjadi walikelas #dalmatian101 aka kelas 10.1 yang saya sayangi dan saya cintai, yang juga menjadi guru biologi kelas saya yang.. err... cukup galak tapi aslinya baik.

Saya pribadi sih udah bosen berat dengerin kata-kata ini :P . Habis, kayaknya ini trademarknya Bu Dini banget sih lol. Dikit-dikit kalau muridnya ada salah selain dikasih komentar panjang lebar selalu aja terselip oneliner yang satu ini. Kalau lagi perwalian juga -__-. Maaf, Bu, saya gak berniat menjelek-jelekkan kok, bukan niat ngetawain juga, tapi masalahnya...kalau mau menginspirasi, sesekali, pilihlah kata-kata lain :D.

ps: Post saya terinspirasi sama punya Dinda. Check out her blog, all :)

Kamis, 12 Agustus 2010

Stupid Comment: Take a Look at Top 10 List Character of Decade

Uhuy, saya emang pecinta melihat list-list. Habis, kayaknya, seru aja ngeliatin list punya orang. Jadi kita bisa tahu apa yang ada di pikiran orang itu, barangkali ada yang sama dengan pikiran kita xD.

Nah, saya kemarin baru menemukan list top 10 character on TV Series of Decade. Kalau anda males buka link, saya kasih deh listnya :).

Honorable Mention (meski di mata saya, ada beberapa yang "pantes" masuk top 10-nya)
  • Adrian Monk, Monk
  • Dwight Schrute, The Office
  • Gob Bluth, Arrested Development
  • Sylar, Heroes
  • The Tenth Doctor, Doctor Who
  • Larry David, Curb Your Enthusiasm
  • Lafeyette Reynolds, True Blood
  • Charlie Kelly, It's Always Sunny in Philadelphia
  • Don Draper, Mad Men
  • John Dorian, Scrubs
  • Carmela Soprano, The Soprano
(yang kena italic berarti saya kenal bangeet)

Err, yang saya kenal di sini sih cuma Adrian Monk dari Monk dan Don Draper dari Mad Men. Tahu dikit tentang John Dorian sih, tapi gak terlalu sih.

Yang pertama mau saya protes: Kenapa gak Adrian Monk masuk list aja? Soalnya, karakternya itu.. unforgettable banget. Saya sayang banget sama detektif yang satu ini. Karakternya sangat mudah untuk kita hubungkan dengan keseharian, dan juga... rasanya, dia punya ciri-ciri menjadi klasik. Karakternya lovable banget.

Kalau Don Draper, jujur, saya gak merasa ada yang aneh dia di Honorable Mention. Saya aja bahkan merasa bersyukur ngeliat tokoh yang satu ini sudah masuk -- meski itu Honorable Mention doang.

Top 10 Spot, all :)

10 – John Locke, LOST

9 – Stephen Colbert, The Colbert Report

8 – Dexter Morgan, Dexter

7 – Tobias Fünke, Arrested Development

6 – Ari Gold, Entourage

5 – Hiro Nakamura, Heroes

4 – Walter Bishop, Fringe

3 — Omar Little, The Wire

2 – Benjamin Linus, LOST

1 – Gregory House, House

(dan seperti yang diatas, yang kena miring saya berarti saya kenal banget, titik.)

Gregory House, eh? INI KAN ORANG YANG BIKIN SAYA PENGEN JADI DOKTER LAGIII :). *maaf, caps emang disengaja o.o*. D-dan Dexter Morgan? T-tenang aja, orang ini tidak membuat saya pengen jadi serial killer lol.

D-dan saya pengen protes. Ngapain Dex cuma nangkring di nomor 8? He deserve more than that :(. He's different from others, I guess. Karakternya sangat kompleks, rasanya kok jahaaat banget cuma dikasih nomor 8. Lima besar kek :(.

Dan juga, dimana Walter White (Breaking Bad)? Dimanakah tokoh yang dimata saya sangat original itu? Saya belum nonton sih, tapi pas saya baca Wikipedia tentang karakternya, dia itu.. membuat saya jatuh cinta hanya dengan membacanya.

Untuk honorable mention, saya merasa seharusnya ada Barney Stinson (How I Met Your Mother). Dia lucu, dan sangat iconic. Rasanya aneh aja ngeliat list ini tanpa tokoh "ancur" yang satu itu

.

.

Hal kedua yang mengganggu saya: sadarkah anda kalau gak ada tokoh ceweknya di sini?

Cuma ada satu di honorable mention: Camela Soprano. Sisanya? Tidak ada, saudara-saudara yang berbahagia. Tidak ada barang setitikpun. Padahal saya akan sangat cinta jika bisa melihat Catherine Willows (CSI) atau Temprance Brennan (Bones) muncul. Memang sih, harus saya akui, dikit banget karakter cewek yang memberi kesan kuat di hati saya. Masa sih harus saya impor tokoh cewek yang paling saya sukai dari anime/manga favorit saya: Noda Megumi?

.

.

Udah, gini dulu aja ramblingnya. Thanks for reading